Rss

Rabu, 10 Desember 2014

CITIZEN JOURNALISME

TREDICI FUTSAL PERTAHANKAN GELAR
Foto Bersama : Pemain Tredici Futsal berfoto bersama usai menjuarai Futsal Comunication Cup 2014. Ini merupakan gelar kedua bagi mereka yang diraih secara beruntun.
  
Tredici Futsal menjadi juara Futsal Comunication Cup (FCC) 2014 setelah mengalahkan Nankatsu FC dengan skor 7-6 melalui drama adu penalti, di area Futsal Plaza Parahyangan Jl. Dalem Kaum, Regol, Bandung, Kamis (27/11/2014). Kedua tim melakoni adu penalti setelah bermain imbang 4-4 hingga babak tambahan waktu. Berkat keberhasilan ini Tredici Futsal berhasil pertahankan gelar.

Gelaran Futsal Comunication Cup ini bergulir  Rabu (26/11/2014). Sistem yang digunakan dalam kompetisi ini adalah sistem gugur, yang kemudian dilanjutkan ke babak semi final dan final yang berlangsung Kamis (27/11/2014).

Dari target awal 16 team, Ada 15 team yang berlaga dalam kompetisi ini. Dimana keseluruhan berasal dari mahasiswa komunikasi. Hadiah utama yang di perebutkan yakni berupa uang tunai Rp 1.000.000 beserta tropi untuk pemenang pertama, dan Rp 750.000 beserta tropi untuk pemenang kedua.

Di tahun ketiganya, acara ini dinilai cukup sukses dalam pelaksanaanya . “Allhamdulilah kami bisa melaksakan acara ini dengan lancar dan sukses, meskipun ada sedikit masalah di awalnya” . Ungkap ferdyan selaku Ketua Bidang Olah Raga Himpunan Mahasiswa Komunikasi, Sekaligus penanggung jawab dalam acara tersebut.

CITIZEN JOURNALISME


Massa yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia Wilayah Jawa Barat melakukan aksi unjuk rasa di depan Kantor Gubernur Jawa Barat, Jum’at (21/11/2014). Dalam aksinya, mereka menolak kebijakan pemerintahan Jokowi-JK yang menaikan harga BBM dan menganggap hal tersebut sebagai kebijakan yang Zhalim dan mengkhianti rakyat.





Unjuk rasa yang dilakukan Massa Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat ini dilakukan untuk memprotes kenaikan harga BBM bersubsidi. menurut mereka, diawal pemerintahannya Joko Widodo dan Jusuf Kalla sudah mencerminkan rezim pemerintahan yang menganut rezim neo liberal. Mereka menganggap dengan menaikan harga BBM bersubsidi adalah salah satu ciri neoliberal yang dilakukan oleh pemerintahan Jokowi.

Menurut Humas HTI Jabar Luthfi Affandi, Jokowi JK kini bekerja untuk memperlancar kepentingan asing. " Jokowi JK bekerja untuk kepentingan asing" ujarnya. 

Pencabutan subsidi, kata dia memang menjadi harapan bagi perusahaan-perusahaan asing. " Perusahaan asing sudah 84% ekploitasi dan eksplorasi minyak. sekarang mereka ingin menguasai sektor hilir yaitu penjualan BBM eceran di SPBU. 

Rabu, 03 Desember 2014

FEATURE

‘WANITA TUA, SEMANGAT ANAK MUDA’


Dedeh, wanita paruh baya yang lahir di Sumedang 60 tahun lalu adalah wanita yang luar biasa bagi saya. Ia bukanlah seorang dosen, bukanlah seorang istri pengusaha, bukan juga seorang istri pejabat, ia hanyalah seorang penjual nasi kuning yang biasa mangkal di trotoar di jalan Lengkong Besar, ia ramah, dan  selalu ceria.
Ceu dedeh, begitu ia akrab di panggil, kurang lebih telah 12 tahun lamanya ia menekuni usaha berjualan nasi kuningnya, bukan hanya sekedar nasi kuning saja, baru-baru ini ia juga menjual bubur ayam di gerobaknya itu. Rutinitas Dedeh dimuali kurang lebih pukul 10 siang, ia berbelanja kepasar untuk membeli perlengkapan dagangnya, lalu meracik bumbu-bumbu untuk memasak kira-kira sampai pukul 8 malam. Lalu ia tidur dan sekitar pukul 12 malam ia terbangun dan kembali mempersiapkan perlengkapan berjualannya. Sebelum memulai aktivitassnya di malam buta, tak lupa ia melaksanakan shallat sunah tahajud terlebih dahulu. Dedeh tak pernah mengeluh, ia selalu bersemangat untuk mencari nafkah, baginya berapapun hasil yang ia dapat nanti, itulah rejeki dari Allah yang harus ia syukuri.
Yang membuat saya kagum dari sosok ibu dedeh ini adalah  semangatnya untuk mencari nafkah dan kedermawanannya kepada orang yang baru ia kenal sekalipun. Ia mempunyai 6 orang anak dan 4 diantaranya sudah berkeluarga, sedangkan yang duanya masih belum berumah tangga, tetapi semua anaknya sudah memiliki pekerjaan. Dengan semangatnya ia bisa berhasil merawat ke enam anak-anaknya dengan baik. Prinsip kehidupannya ia genggam erat, ia berprinsip bahwasannya meskipun semua anak-anak sudah memiliki penghasilan sendiri, ia tidak mau bermalas-malasan dan bergantung kepada anak-anaknya. Bahkan ia tetap memberikan sebagian hasil jualannya kepada anaknya yang masih tinggal serumah dengannya. “ Baginya, anak yang masih serumah dengannya, itu masih menjadi tanggung jawabnya. Di usianya yang tak muda lagi, wanita ini tetap semangat untuk bekerja. Hal lainnya yang membuat saya terkagum-kagum adalah kedermawanannya, ia mengisahkan, dulu ia pernah menolong salah seorang mahasiswa yang biasa berlangganan padanya. Ia memberikan pinjaman sejumlah uang pada mahasiswa tersebut sembari menunggu kiriman dari orang tuanya.
“Yeuh jang kapungkur mah aya nya murangkalih anu kuliah di UNPAS naminateh Ipan. Anjenateh seepen artos kanggo tuang saurnateh da teu acan di kintun ku sepuhna. Anjena nawisan Hp ka ibu, nyariosnamah bade di gadeken, ah da ibu teh rumaos sami gaduh murangkalih nya jang, ibu teh jadi teu tega, tos we ah ku ibu teh  di pasihan artosna, Hpnamah teu di tampi, kahiji da ibumah teu tiasa nganggena, atu da nu kaduana ibu teh rumaos sami-sami gaduh murangkalih, janten engke dimana murangkalih ibu nuju jauh, supados sami-sami aya nu mikanyaah. Kitu ibu mah jang”.

Itu lah sepenggal kisah yang bisa saya ceritakan. Banyak sekali ilmu, banyak sekali motivasi yang bisa saya ambil dari ibu Dedeh. Wanita yang sudah tak muda lagi, tetapi ia tetap memiliki semangat layaknya anak muda, bahkan semangatnya melebihi saya sebagai anak muda. Dengan penghasilannya yang pas-pasan, ia tetap berusaha untuk berbagi dengan orang lain. Sungguh luar biasa.

STRAIGHT NEWS


Lepas Ban – Satu unit angkot mengalami lepas ban di jalan Tamblong, Bandung, (Selasa / 14/10/2014). Akibatnya terjadi kemacetan panjang di sekitar jalan tersebut.

STRAIGHT NEWS

CALON PENUMPANG BUS KOTA KEPANASAN

Bandung 14/14 – Calon penumpang bus kota Damri menunggu di halte koridor II yang di bongkar di jalan Asia Afrika Bandung, Jawa Barat.






BANDUNG - Pengguna angkutan umum bus kota merasa kurang nyaman dengan dibongkarnya halte bus koridor II di jalan Merdeka Bandung. Sebelumnya dinas pekerjaan umum kota Bandung bekerja sama dengan  perusahahan Djawatan Angkoetan Motor Repoeblik Indonesia atau biasa disebut damri melakukan pembongkaran pada hari Minggu 5 Oktober 2014. Akibatnya pengguna angkutan umum bus kota harus kepanasan saat menunggu kedatangan bus.
Pembongkaran tersebut dimaksudkan untuk menggeser kebelakang, dan akan lebih dilebarkan lagi.
Ari saurnamah halte ieu teh bade di alihken ka pengker, bade di renopasi, ya mungkin di perindah lah” Ujar Rusmana (51) selaku petugas Pengatur Waktu Keberangkatan Bus, Selasa ( 14//10/14).
Keberadaan halte yang nyaman sangat dibutuhkan terutama bagi penumpang yang membawa barang-barang banyak dan membawa anak kecil.
“ Ga nyaman yah kalo ga ada halte, apalagi kalo bawa anak. Harapan ke depannya halte tuh khusus buat penumpang aja, ga ada yang jualan. Kandang halte tuh suka banyak yang jualan jadi kitanya ga bisa duduk” Ungkap ida (33) Pengguna Bus Kota. Gugun Gumilar